Sejarah Desa

Administrator 30 April 2014 11:20:39 WIB

Sukadana(SID)_ Sejarah Desa Menurut penuturan yang hidup dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Desa sukadana bahwa asal muasal; dari nama Desa Sukadana di ambil dari peristiwa perkawinan dari putrid raja LABANG KARA dengan Putri Raja PLABASARI. Raja LABANG KARA mempunyai kekuatan dipesisir pantai sebelah utara, sedangkan Raja PLABASARI memiliki wilayah kepemimpinan kekuatan di bagian selatan dari wilayah Desa Sukadana sekarang ini. Di kisahkan oleh oleh para tetua Adat dan Tetua Masyarakat pada saat itu sebelum adanya kata sepakat dari perjodohan/perkawinan antara Putra dan Putri keduan raja tersebut sering terjadi perpecahan dan kekacauan, bertlak dari masalah-masalah yang sering terjadi, maka antara Raja LABANG AKARA dan Raja PLABASARI mengadakan pertemuan untuk membuat keepakatan tentang perdamaian agar masyarakat dapat secara berdampingan hidup dengan aman dan tentram mewujudkan perdamaian yang di inginkan tersebut, maka kedua belah pihak sepakat untuk menjodohkan putra dan putrinya masing-masing serta apa yang di ajarkan oleh kedua Raja mendapat persetujuan dari para pemuka adat serta yang paling menetukan adalah dalam ini adalah kedua calon pengantin, begitu mendengar niat dari para orang tuanya ternyata mereka sangat gembira. Untuk mengabadikan kejadian yang sangat baik dan menggembirakan dalam hati yang tulus dan ikhlas atau suka rela (Suka Rela) maka akhirnya, diabadikan dengan suatu kata “SUKADANA“ dan sekaligus di terima atau di wariskannya kedua kekuasaan tersebut kedalam utra Raja LABANG KARA yang di dampingi oleh Putri Plabasari. Sejak tahun 1940 Desa Sukadana mulai terbentuknya pemerintahan Desa yaiyu di sebut PEMUSUNGAN. Pemusungan kala itu pejabat pemerintah Desa yang di dominasi oleh orang-orang tertentu yaitu kalangan Bangsawan, dan pembekel adat, adapun pejabat yang pernah memimpin pada tahun 1940 yaitu Amaq RATSANEM sebagai pemusungan yang pertama yang dipilih oleh Masyarakat melalui GUNDEM (musyawarah) dan berahirnya jabatan Amaq RATSANEM sebagai Pemusungan Pertama di gantikanlah oleh Amaq LINA yaitu sebagai Pemusungan yang kedua dengan di plihnya oleh Masyarakat dengan secara Gundem. Dan pada tahun 1950 di adakanlah Gundem untuk menetukan siapa yang akan menjadi sebagai Pemusungan yang ketiga setelah berahirnya Jabatan Amaq LINA dan kala itu terpilihlah RADEN SURYACANDRA sebagai pemusungan yang ketiga dari hasil gundem seluruh tokoh-tokoh Desa Sukadana, dan pada saat pemerintahan RADEN SURYACANDRA Desa memilki setuktur pemerintahan yang terdiri dari Pemusungan, jero Tulis, Setaf Desa, dan keliang. Setelah terbentuknya setruktur desa maka pemusungan kala itu menghimbau kepada Masyarakatb untuk membahas pembangunan kantor Desa yang berlokai di Dusun Labang kara dengan wilayah mencakup sebagai berikut: Sebelah barat berbatasan dengan Lokok Peria yaitu Desa Mumbul sari§ Sebelah Timur Berbatasan denga Desa Anyar§ Sebelah Selatan Berbatasan dengan hutan Tutupan Gunung RInjani§ Sebelah Utara Ber Batsan Dengan Laut Jawa§ Adapun Dusun yang di pimpin oleh Raden SURYA CANDRA yaitu: • Dusun Labang Kara • Dusun Ruak Bangket • Dusun Segenter • Dusun Sembagek • Dusun Semokan Pada tahun 1958 Raden SURYA CANDRA mengadakan gundem untuk membahas pembetukan pemekaran Desa baru yaitu Desa Akar-Akar dan untuk pejabat sementaranya di sepakati Amaq Lina kembali untuk menjabat sementara di wilayah pemekaran Desa Akar-Akar, setelah Desa melekukan pemecahan dan pemerintahan begitu cukup lama dan begitu lancar maka Raden SURYA CANDRA memutuskan untuk mundur dari pemerintahan karena mengigat usia sudah tua dan tidak mampu lagi untuk melanjutkan pemerintahan, beliau menjabat sebagai pemusungan ± 25 tahun lamanya. Pada tahun 1974 terpilihlah pemusungan baru yaitu MISALAM sebagai Pemusungan yang ke empat (IV), ketika pemerintah Desa di pimpin oleh MISALAM setruktur Desa berubah nama yang dari kata Musungan berubah menjadi KEPALA DESA, Jero Tulis berubah menjadi Sekertaris Desa, setaf Desa. Dan Kepala Dusun ketika pemerintahan MISALAM ada beberapa dusun yang di pimpin dari empat dusun berubah menjadi tujuh Dusun yaitu: • Dusun Labang Kara • Dusun Ruak Bangket • Dusun Segenter • Dusun Sembagek • Dusun Semokan • Dusun Karang Gedeng • Dusun Batu Rakit Dan masa pemerintahan MISALAM berakhir pada tahun 1990, dan pada tahun 1990 di adakanlah kembali pemilihan Kepala Desa yang kelima (V) dan yang terpilih pada waktu itu adalah SIRTAWALI dan pada masa jabatan pemerintaha rejim SIRTAWALI banyak perubahan-perubahan Dusun yang semulanaya Tujuh kepala Dusun bertambah menjadi empat belas Dusun di antaranya yaitu: • Dusun Labang kara • Dusun Sukadana • Dusun Karang Gedeng • Dusun Ruak Bangket • Dusun Teluk • Dusun Segenter • Dusun Batu Tepak • Dusun Lendang Gagak • Dusun lendang Jeliti • Dusun Lendang Beriri • Dusun Lendang Setinggi • Dusun Sembagek • Dusun Semokan • Dusun Batu rakit Dan pada masa jabatan SIRTAWALI beliau menjabat dua priode dan berahir masa jabatanya tahun 2007 setelah berakhirnya jabatan SIRTAWALI sebagai kepala Desa maka di adakannya kembali pemilihan Kepala Desa yang ke Enam (VI) dan terpilihlah Saudara SOJATI sebagai kepala Desa pada Periode I (Pertama) dan terpilih kembali untuk Periode yang ke II (Kedua) sampai sekarang ini, pada saat pemerintahan SOJATI sekarang ini banyak perubahan di tingkat dusun, dari Dusun yang empat belas menjadi Tujuh belas dusun yaitu: • Dusun Labang kara • Dusun Sukadana • Dusun Karang Gedeng • Dusun Ruak Bangket • Dusun Teluk • Dusun Segenter • Dusun Batu Tepak • Dusun Lendang Gagak • Dusun lendang Jeliti • Dusun Lendang Beriri • Dusun Lendang Setinggi • Dusun Sembagek • Dusun Semokan • Dusun Batu rakit • Dusun Lokok Kengkang • Dusun Lokok buak • Dusun Kebon Patu Dan masa jabatan sojati yang ke II (kedua) berakhir pada tahun 2020. 2.2. Kondisi Umum Desa 1. Potensi Sumber Daya Alam (SDA) a. Luas Desa Sukadana 190 Ha terdiri dari : Tanah Sawah : Sawah Irigasi§ : 190 ha Sawah Irigasi ½§ teknis : 190 ha Sawah Tadah Hujan§ : - ha Tanah Kering : Tegal/ladang§ : 998,15 ha Pemukiman§ : 15,987 ha Tanah Basah : Tanah rawa§ : - ha Tanah surut§ : - ha Tanah Perkebunan : Tanah Perkebunan Rakyat§ : 99,8 ha Tanah Perkebunan Negara§ : - ha Tanah Perkebunan Swasta§ : - ha Tanah Fasilitas Umum : Kas Desa§ : 0,30 m2 Perkantoran Pemerintah§ : 0,23 m2 Lapangan§ : 388,8 m2 Lainnya§ : - m2 b. Tipologi Desa : Desa Pantai§ : ( ya ) Desa pegunungan§ : ( ya ) Desa Perkotaan§ : ( tidak) Desa Perbatasan Dengan Kabupaten Lain : ( tidak)§ Batas wilayah Desa Sukadana sebagai berikut : Sebelah Utara§ : Laut Jawa Sebelah Selatan§ : Hutan Tutupan Sebelah Barat§ : Desa Akar-Akar Sebelah Timur§ : Desa Anyar c. Orbitasi : Jarak ke Ibu Kota Provinsi§ : 75 Km Jarak ke Ibu Kota Kabupaten§ : 35 Km Jarak ke Ibu Kota Kecamatan§ : 3,5 Km d. Iklim : Curah hujan§ : 9,74 Mm/Th. Jumlah Bulan Hujan§ : 5 Bulan Suhu rata – rata§ : 28-35 C tinggi tempat§ : 0-500 Mdl Bentang wilayah§ : Datar 2. Potensi Sumber Daya Manusia (SDM) a. Jumlah Penduduk : Jumlah Total§ : 7.784 Orang Jumlah laki – laki§ : 3.819 Orang Jumlah Perempuan§ : 3.955 Orang Jumlah KK§ : 2.302 KK Jumlah Penduduk Miskin§ : 574 RTM (Sumber Data : Kaur Pemerintahan (Per- Desember 2014)) b. Pendidikan : Belum Sekolah§ (Balita) : 1.587 Orang Usia 15 - 45 tidak pernah sekolah§ : 1.490 Orang Pernah sekolah SD tetapi tdk Tamat§ : 315 Orang Tamat SD / Sederajat§ : 1.485 Orang Tamat SLTP§ : 250 Orang Tamat SLTA§ : 518 Orang Tamat D 1§ : - Orang Tamat D 2§ : 5 Orang Tamat D 3§ : 27 Orang Tamat S 1§ : 31 Orang Tamat S 2§ : - Orang (Sumber Data : Profil Desa) c. Mata Pencaharian Pokok : Petani§ : 5.350 Orang Pedagang/Pengusaha§ : 108 Orang Buruh Tani§ : 78 Orang Buruh lepas§ : - Orang Pertukangan§ : 150 Orang Peternak§ : 550 Orang PNS§ : 25 Orang Polri§ : - Orang TNI§ : - Orang Karyawan Swasta§ : - Orang Karyawan BUMN§ : - Orang Pembantu Rumah Tangga§ : - Orang TKI/TKW§ Luar Negeri : 135 Orang Pengemudi/Tukang Ojek§ : 120 Orang d. Agama : Islam§ : 7.529 Orang Protestan§ : - Orang Katolik§ : - Orang Hindu§ : 151 Orang e. Etnis : Sasak§ : 5.851 Orang Bima§ : 25 Orang Bali§ : 175 Orang Bugis§ : 142 Orang Jawa§ : 15 Orang Flores§ : 2 Orang 3. Potensi Kelembagaan a. Lembaga Pemerintahan Desa : Jumlah Aparat Desa§ : 9 Orang Pendidikan Kepala Desa§ : SMA/Paket C Pendidikan Sekretaris Desa§ : S1 Pendidikan Kaur/Pembantu§ : - Kaur Pembangunan : SLTA/Paket C - Kaur Pemerintahan : SLTA/Paket C - Kaur Keuangan : SMK - Kaur Kemasyarakatan : SMA - Kaur Ketentraman & Ketertiban : SMA - Kaur Umum & Administrasi : S1 - Staf Pembantu : SMP Jumlah RW/ RT§ : - /41 Jumlah Dusun§ : 17 Dusun b. Lembaga Pendidikan : Jumlah TK / PAUD§ : 1 Unit Jumlah SD / se derajat§ : 5 Unit c. Kelembagaan Keamanan : Jumlah Pos Kamling§ : 1 Unit Jumlah Hansip / LINMAS§ : 32 Orang d. Jenis Sarana dan Prasarana : Prasarana Pemerintahan :§ No. Jenis Prasarana Kondisi Ket Baik Kurang Baik Rusak 1 2 3 4 5 5 1. Gedung Kantor Desa 1 2. Gedung Aula 1 3. Gedung BPD 1 4. Rumah Jaga 5. Komputer 1 2 5. Laptop 3 5. Mesin Tik 1 7. Meja Kerja 8 8. Kursi Kerja 8 9. Meja Rapat 2 10. Kursi Rapat 40 13 11. Kursi Tamu 3 2 12. Almari Arsip 3 2 13. Rak Buku 2 1 4. Geografi Desa Desa Sukadana merupakan salah satu dari sembilan desa yang berada di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat, yang beberapa hari sekarang masuk menjadi salah satu Desa yang berada di wilayah Pemekaran baru Kabupaten Lombok Utara. Dari pusat Desa jarak ke Anyar kota Kecamatan yakni ±3 km dengan waktu tempuh bila menggunakan sepeda motor 10 menit. Ibu Kota Kabupaten sebelumnya di Gerung dengan jarak ± 100 km namun sekarang dengan adanya Pemekaran Kabupaten Lombok Utara Pusat Kota di Tanjung ± 40 Km dengan perjalanan menggunakan kendaraan sekitar 1 jam. Jarak ke Kota Mataram Ibu Kota Provinsi yakni ±71 km dengan sekitar 2 jam perjalanan. Secara Administrasi memiliki batas wilayah di sebelah utara berbatasan dengan Laut Jawa, di sebelah Selatan berbatasan dengan Hutan tutupan/Taman Nasional Gunung Rinjani, di sebelah barat berbatasan dengan Desa Akar-Akar, di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Anyar dan Desa Senaru. Desa Sukadana terbagi menjadi 17 Dusun, yaitu Dusun Sukadana, Karang Gedeng, Labangkara, Batu Tepak, Ruak Bangket, Teluk, Lokok Kengkang, Lokok Buak, Lendang Gagak, Lendang Jeliti, Lendang beriri, Segenter, Lendang Setinggi, Sembagek, Semokan dan Batu Rakit dan Kebon Patu yang merupaka Pemekaran dari Dusun Batu Rakit. Kawasan ini berada pada ketinggian 0–700 m dari permukaan laut dan merupakan daerah yang agak landai dengan tingkat kelerengan 100–450. Terdapat kecendrungan semakin keutara semakin rendah pula kemiringan tanahnya. Kalau dilihat dari aspek klimatologis Sukadana termasuk dalam katagori iklim B (menurut Schmidt dan Fergusson) dengan curah hujan rata-rata sekitar 14.500 mm setiap tahunnya. Musim penghujan biasanya dimulai bulan november yang mencapai puncaknya pada bulan januari dan berakhir bulan maret. Namun kondisi iklim dan cuaca tujuh tahun terakhir ini mengalami perubahan, yakni terjadi ketidak menentuan pola musim terutama berpengaruh pada pola pengolahan lahan pertanian. Perubahan kondissi alam ini karena pengaruh kondisi hutan yang terancam, terutama dihutan produksi yang sudah sebagian dibabat dan beralih fungsi menjadi perladangan, dan kebun dan berdampak pula terhadap keberlangsungan debit mata air yang sudah mulai berkurang bahkan beberapa mata air sudah hilang. Tidak jarang bila musim kemarau datang terjadi krisis air terutama bagi warga yang tinggal di wilayah selatan atau pinggiran hutan yang sumber utamanya memamfaatkan sumber mata air perpipaan, yang terpaksa mengambil air ke dusun-dusun yang berada di daerah pesisir/utara. Dengan menempuh jarak 2-9 km memakai sepeda motor atau tenaga ojek untuk mengambil air dari sumur-sumur gali penduduk, atau ke Lokok Kenkang dan Lokok Buak. Untuk prasana air irigasi persawahan satu–satunya terdapat di Dusun Batu Rakit yang terdiri dari saluran sekunder 800 m, saluran tersier 1.500 m dan pintu sadap 2 unit. Tabel 1 : Data Pemanfaatan Prasarana Air Bersih No Sumber Air Jumlah Pemamfaat Lokasi 1 Sumur gali 840 KK 7 Dusun : Sukadana, Lb. Kara, Kr. Gedeng, Rk. Bangket, Lk. Kengkang, Lk. Buak, Teluk, 2 Mata air/perpipaan 1.197 KK 10 Dusun: Semokan, Bt. Rakit, Sembagek, Ld. Beriri, Ld. Setinggi, Ld. Jeliti, Ld. Gagak, Segenter, Bt. Tepak, Lokok Buak. (Sumber: Data Profil Desa) Betapa besar arti dari keberadaan hutan adat (pawang) sebagai benteng terakhir yang memberikan kontribusi terhadap penyediaan mata air untuk air minum bagi warga. Lebih-lebih sebelum adanya program perpipaan dulu, hutan adat ini sebagai urat nadi penyedia air minum. Hutan adat ini seperti Pawang Semokan, Baban Kuta, dan Sembagek yang sampai sekarang kelestarian hutan adat dan mata air masih dapat dipertahankan, hal ini semua berkat masih kuatnya memegang nilai-nilai adat untuk kelestarian hutan oleh masyarakat adat terutama Wet Semokan dan Sembagek. Tabel 2 : Sumber-Sumber Mata Air No Nama Lokasi/Kawasan Nama Mata Air Debit Air Saat Ini Penerima Manfaat 1 TNGR dan Hutan Produksi Sengaor Kecil 2 Desa: Sukadana dan Akar – akar. 2 Lokok Stabuh sedang Warga Tebeang Sukadana 3 Lokok Bt Menjangkong sedang Semokan 4 Lokok Tiong kecil Tebeang 5 Sempokon Besar 2 Dusun: Sukadana 5 Tempos Omba kecil Semokan 7 Lekong setebel Kecil Tebeang, kopang 8 Lokok raden kecil 9 Lokok Prabu sedang 2 Desa ; Senaru, sukadana. 10 Lokok Binong Kecil Dusun semokan sukadana 11 Loang Tuna Kecil Semokan . Bt. Rakit 12 Embukan Besar 2 Desa: Bt. Rakit (sukadana) dan Pawang Karya (senaru) 13 Lokok Doak Kecil Semokan 14 Mata air Pesisir Lokok Buak Kecil Lokok Buak. 15 Lokok Kenkang Besar Lk kengkang, Rk. Bangket, Lk Buak. 15 Hutan adat Semokan Lokok Jawa Sedang Warga semokan 17 Lokok Nina Sedang Warga semokan 18 Hutan adat Sembagek Sumur Jawa sedang Dsn Sembagek 19 Sumur Nina Sedang Dsn Sembagek 20 Sumur mama Sedang Dsn Sembagek 22 Sumur Bali Sedang Dsn Sembagek (Sumber: Data Based YPMP) Pada kawasan hutan dan TNGR dijumpai tumbuhnya yang beragam yakni tumbuhan (Flora) seperti Bangsal, Bajur, Koa, Kemiri, Garu, Ketapang, Kelicung, Suren, Jambu-jambuan, bangsalan, Jelateng, dan jenis-jenis anggrek, paku – pakuan dan semak. Sedangkan jenis hewan (Fauna) yang sering dijumpai di kawasan hutan adalah monyet, lutung, rusa, babi, menjangan dan berbagai jenis burung dari ukuran kecil sampai ukuran sedang. 5. Pemanfaatan Lahan Luas wilayah Desa Sukadana 4.950 km2 yang terdiri : lahan persawahan seluas 19 Ha, lahan kering 445 Ha, pemukiman 51,97 Ha, tanah kas Desa 2,5 Ha, lapangan 2,25 Ha, Perkantoran 0, 23 ha lainnya 3.888,51 Ha. Sementara hutan lindung 22.38 Ha, hutan Produki 158,5 Ha dan hutan adat 22,38 Ha. Masyarakat biasanya menanam sawah mereka dengan jenis padi sawah dan jagung sedangkan pada lahan kering ditanami dengan kacang-kacanagan, jagung, padi, jambu mente, ubi kayu, mangga, kelapa dan utuk lahan perkebunan dikembangkan, mangga, kelapa, pisang, coklat, panili, kopi dll. Dengan tersedia luasnya hamparan lahan pertanian, yang hampir keseluruhannya sudah tergarap dengan baik sebagai lahan pertanian. Mayoritas mayarakat telah mempunyai lahan masing – masing dengan jumlah rumah tangga yang memiliki lahan pertanian 1.810 Rtp sedangkan yang tidak punya lahan 45 Rtp. Dari yang telah punya lahan ini terdapat 410 Rtp yang pemilikannya kurang dari 0,5 Ha, 904 Rtp yang pemilikannya 0,5–1,0 Ha dan terdapat 441 Rtp kepemilikan yang lebih 1,0 Ha. Beberapa komoditi unggulan yang cukup berhasil di kembangkan dengan ketersediaan lahannya; kelapa 150 Ha, mangga 200 Ha, Jambu Mente 557 Ha, Kacang-kacangan 50 Ha, jagung 100 Ha, kakao 10 Ha dan panili 10 ha. Kumuditi ini telah mendongkrak pendapatan dan meningkatkan kesejahtraan masyarakat terutama sekali dari mente dan kelapa. Khususnya Jambu mente mulai di kembangkan sejak tahun 1995 melalui program IFAD, yang telah diikembangkan oleh hampir sebagian dari seluruh kepala keluarga yang ada di Desa Sukadana. Tabel 3: Data Kelompok Mente di Desa Sukadana No Kelompok Tani KK Luas Ha Tahun 1 5 74 71 95/95 2 17 445 415 97/98 3 4 74 71 98/99 27 584 557 (Sumber: Data CDKP Kec. Bayan) Obyek wisata unggulan di Desa Sukadana yang telah banyak menyumbangkan devisa bagi negara, dengan menonjolkan poteni wisata budaya yakni di Dusun Tradisional Segenter dan Teluk. Hampir setiap tahunnya banyak dikunjungi oleh para wisatawan domestik maupun luar negeri. Tidak jarang pula beberapa stasiun TV nasional dan lokal mengunakan tempat tersebut untuk membuat program film dokumenter dalam rangka promosi wisata dan kemajuan program TV tersebut. 6. Demografi Secara keseluruhan jumlah Penduduk Desa Sukadana 7.784 jiwa dengan 2.302 Kepala keluarga, yang terdiri 3.819 jiwa penduduk laki-laki dan 3.955 jiwa penduduk perempuan. Dengan mayoritas penduduknya beragama islam dan masyarakat yang homogen, hanya sebagian kecil masyarakat pendatang. Keberadaan masyarakat dari luar ini awal kedatangannya bertransmigrasi dan berdagang, umumnya mereka sekarang bertempat tinggal di Dusun Lendang Gagak dan Lokok Kengkang. Tabel 4 : Data Penduduk Menurut Umur No Umur Jumlah jiwa 1 0 -10 tahun 1.859 2 11 – 20tahun 1.948 3 21 – 30tahun 1.705 4 31 – 40 tahun 1.029 5 41 – 50 tahun 873 5 51 – keatas 585 (Sumber: Data Profil Desa Tahun 2014) Penduduk Desa sebagian besar berpendidikan/tamat SD 1.435 orang, sebagian lagi setingkat SLTP/sederajat 308 orang, SLTA/sederajat 518 orang dan Sarjana 52 orang. Sedangkan yang tidak menamatkan SD 257 orang dan tidak pernah sekolah sama sekali 1.587 orang. Kondisi ini didukung oleh keterbatasan dengan sarana pendidikan berupa gedung SD 5 buah, madrasah 1 buah, SD kecil 1 buah, TK 1 buah dan SPDT 1 buah. Mata pencaharian utama penduduk adalah petani, sedangkan yang mata pencaharian lainya : buruh tani, peternak, nelayan, ojek dan usaha lainnya. Tabel 5 : Data Penduduk Menurut Mata Pencaharian No Sumber Pendapatan Jumlah jiwa 1 Petani 5.350 2 Buruh tani 78 3 Pedagang 108 4 Pengojek 120 5 Nelayan 87 5 Peternak 550 7 PNS 25 8 Pengerajin 35 (Sumber : Data Profil Desa Tahun 2014) 7. Fasilitas Umum Secara umum fasilitas jalan raya di Desa Sukadana hampir keluruhannya kurang baik, baik pada jalan desa maupun jalan kecamatan dan kabupaten. Kondisi semuanya rata–rata belum memadai kecuali jalan Provinsi yang 3 km yang merupakan jalan lingkar Pulau Lombok . Hal ini karena jalan kabupaten yang sudah di aspal sepanjang 7 km hampir semuanya bolong-bolong. Lebih parah lagi kondisi jalan-jalan yang masih bertanah, lebih–lebih pada musim hujan tiba, permukaan jalan terkikis. Terdapat 11 jembatan yang 2 diantaranya jembatan jalan propinsi yang kesemuanya sampai saat ini kondisinya cukup baik. Terdapat sarana umum berupa, mesjid 9 buah, mushola 4 buah, Mesjid kuno 3 buah, Pustu 1 buah, Polindes 2 Buah. Sarana kegiatan lainya berupa Satelit Posyandu 9 lokasi, Pasar desa 1 lokasi, lapangan sepak bola 3 lokasi dan lapangan Volly 1 buah. Sedangkan sarana pemerintahan berupa Kantor Desa 1 buah, kantor BPD 1 buah, kantor linmas/Hansip 1 buah, Kantor Bumdes-LKM 1 buah, kantor dusun 1 buah, kantor P3A 1 buah dan sekretariatan PKK 1 buah. 8. Kondisi Sosial Budaya Komposisi masyarakat Desa Sukadana mayoritas masyarakat asli atau homogen yang sebagian besar hidup dalam tatanan adat istiadat yang kuat. Salah satu ciri yang unik masyarakat adat, selain memiliki pemimpin formal berupa pemerintahan Desa Sukadana; Kapala Desa, Kepala Dusun dan RT, disisi lain mayarakat juga memiliki pemimpin informal di lembaga adat. Justru kepemimpinan ini yang sangat berperan di tengah-tengah masyarakat terutama dalam bidang kemasyarakatan dan adat. Unsur ketokohan dan kepemimpinan dalam lembaga adat secara umum berupa Kyai, Pemangku/Maq lokak dan Pembekel. Secara historis Desa Sukadana terbangun oleh 3 (tiga) Desa adat yang dikenal dengan istilah wet (wilayah) yakni wet Sukadana, wet Semokan dan wet Sembagek. Dalam kehidupan kesehariannya lembaga adatlah yang berperan mengantur dan membina kegiatan kemasyarakatan, seperti perkawinan, ritual-ritual, kematian, pertanian, pesta-pesta dan tata pergaulan atau intraksi sosial lainnya. Belum ada kesimpulan dan pemaknaan nilai–nilai yang sama antara sesepuh adat di Desa namun paling tidak, bahwa sudah ada sehelai benang merah yang mengantar kita atau jendela yang mendekati makna pemahaman sebuah nilai dan keyakinan. Adanya berkembang tata nilai dan kearifan nilai–nilai pranata lokal/adat yang dimiliki. Bagi orang luar, sebagian besar sering kali hanya sekedar mengenal dan menyebutnya dengan istilah Waktu Telu, namun yang sebenarnya ”Wettu Telu” . Istilah ini merupakan tata nilai kehidupan yang mengatur hubungan antara; manusia, Alam dan Tuhan Sang Pencipta. Adanya Kesatuan unsur Wet (Hukum-Wilayah) oleh Tu (orang) yang Telu (tiga) yaitu Pembekel, Pemangku dan Kyai dalam tatanan inplementasinya Wet Pemerintahan, wet Adat dan wet Agama. Lebih lanjut di pandang secara hakekat perjalanan kehidupan di dunia ini berupa : Tioq (tumbuh), Menganak (melahirkan) dan menteloq (bertelur). Bahkan ada lagi dalam perkembangannya muncul versi-versi lain, namun yang terpenting dari pandangan tersebut semuanya membicarakan hakekat hubungan Manusia, Alam dan Tuhan yang Maha Kuasa. Para sesepuh atau pendahulu Desa ini telah mencetuskan sebuah pemikiran yang cemerlang yang menjadi pegangan, prinsip dan bahkan roh dalam membangun Desa Sukadana kedepan. Dengan mengujudkan sebuah motto Desa Sukadana yakni “Uah Ampah ” dimana makna secara bahasa Uah berarti jangan (ingat, iling) dan Ampah berarti lengah (menyesepelekan, tidak waspada). Berangkat dari arti kata tersebut jadi maknanya adalah Jangan Lengah. Sedangkan secara filosofis “Uah Ampah” berarti setiap insan atau pemimpin hendaknya menjauhkan diri dari sifat sombong dan tinggi hati supaya tidak menjadi lengah atau lupa terhadap dirinya, lupa terhadap orang lain dan lupa terhadap Allah Yang Maha Kuasa. 9. Keadaan Ekonomi Sumber pendapatan prenduduk adalah petani, buruh tani, petrnak, Nelayan, dan Ojek usaha lainnya. Tabel : Data Penduduk Menurut Sumber Pendapatannya No Sumber Pendapatan Jumlah jiwa 1 Petani 5.350 2 Buruh tani 78 3 Pedagang 108 4 Pengojek 120 5 Nelayan 87 5 Peternak 550 7 PNS 25 8 Pengerajin 35 (Sumber : Data Profil Desa 2014) 10. Pendapatan Ekonomi Adapun pendapatan penduduk sarana Ekonomi kemasyarakatan yaitu tanaman Padi, tanaman jagung, kacang tanah, industri genteng dan anyaman bambu. Tabel : Data Penduduk Sarana Ekonomi Kemasyarakatan No Jenis Sumber Luas Areal Hasil/ Ha 1 Padi 2.220 5000.000 2 Jagung 3.500 3.000.000 3 Kacang Tanah 1.800 5.000.000 4 Atap Genteng 2 Unit 30.000.000 5 Anyaman Bambu 3 Unit 20.000.000 (Sumber : Data Profil Desa 2014) 11. Lembaga Keuangan Di Desa Sukadana kelembagaan keuangan yang ada adalah BUMDES LKM di mana sebagian masyarakat Desa Sukadana meminjam setiap tahun dengan angsuran setiap kali panen atau perpanen dengan bunga 2%. 12. Pendapatan Perkapita Tabel : Data Pendapatan Penduduk Perkapita No Jenis Sumber Luas Areal ( Ha ) Produktivitas Satuan Harga (Rp) Jmlh Harga (Rp) 1 Kacang Tanah 180 1,83 Ton 700.000/Kg 1.8100.000 2 Kacang Panjang 1,2 0,5 Ton 5.000/Kg 30.000.000 3 Padi 2,220 33 Ton 5.000/Kg 155.000.000 4 Ubi Kayu 251 35 Ton 40.000/Kg 140.000 5 Ubi Jalar 25 1,5 Ton 30.000/Kg 45.000 5 Tomat 135 0,5 Ton 5.000/Kg 25.000 7 Mentimun 0,2 0,5 Ton 5.000/Kg 25.000 8 Terong 0,10 0,5 Ton 3500/Kg 21.000 9 Mangga 34.578 4,5 / Btr 300/Bj 135.000 10 Rambutan 20 0,3 / Kg 7000/Kg 21.000 11 pepaya 4.500 2 / Btr 2500/Bj 5000 12 Durian 5.730 - 40.000/Bj 40.000 13 Sawo 1.300 1?/ Btr 500/Bj 5000 14 Nenas 2,5 0,7/ Btr 2000/Bj 14000 15 Pisang 14.275 0,8 Ton 1500/Bj 120.0000 15 Semangka 3 7/ Btr 1500/Bj 10,500 17 Kelapa 203 1,730/ Btr 500/Btr 855.000 18 Kopi 13 1,170/ Kg 15000/Kg 17.550.000 19 Cengkeh 12 0,2/ Kg 50.000/Kg 5.000.000 20 Cokelat 14 0,5/ Kg 10000/Kg 5.000.000 21 Pinang 1,0 410 Ph 400/Btr 230.000.000 22 Mete 778,15 5 Ton 500/Bj 5000.000 23 Panili 13 0,5/ Kg 80.000/Kg - 24 Sapi 2.357 3,125 Ekr 4.089.000.000 2 Kerbau 251 Ekr 100.000.000 25 Babi 113 Ekr 11.300.000 25 Ayam 7,293 Ekr 7.293.000 27 Bebek 50 Ekr 500.000 28 Kambing 2,353 Ekr 2.353,000 29 Angsa 10 Ekr 200.000/Ekr 2000.000 30 Madu 99 Ltr 25000 / Ltr 2.475.000 31 Pasir 135 Ton 125 /M3 158.75000 32 Batu cadas 25 Ton 50.000 M3 39000.000 33 Batu Apung 75 Ton 80.000 /M3 50.000.000 34 PNS/ Guru 25 orng 80.000 /Ph 20.80.000 35 Nelayan 87 orng 100.000 /Kg 8.700.000 35 Pengerajin 35 orng 1500,000/ Bln 37 Pedagang 108 orng 3,551.000 Jumlah 5.701.024 4.808.553.800 Sebagaimana Telah kita Ketahui bersama bahwa Desa Sukadana termasuk Derah beriklim tropis (Agraris) dengan demikian pula pertaniannya yang mekiti iklim yang ada di samping itu kalu di tinjau dari segi penduduk menurut mata pencaharian, nampaknya pekerjaan masyarakat lebih dominan di bidang pertanian dalam arti luas yang sekaligus sebagai sumber incom perkapita bagi Desa, namun sumber pendaptan sektor lainnya yang mungkin di gali dan di kembangkan. Tabel Pendapatan Perkapita Desa Sukadana Adalah : Dari data di atas dapat di simpulkan bahwa Incom Perkapita Desa Sukadana Dalam Tahun 2014/2015 adalah 4.808.553.800. 13. Kondisi Pemerintahan Desa Pelaksanaan Pemerintah di Desa sukadana di Dasarkan UU No 32 tahun 2004 tentang pedoman umum Peraturan mengenai Desa, Peraturan Mentri Dalam Negeri N0 54 Tahun 1999 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintahan/Perangkat Desa serta Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Utara No. 8 Tahun 2001 tentang Susunan Organisai dan Tata Kerja Pemerintahan dengan terdiri dari : a. Kepala Desa b. Lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) c. Perangkat Desa Selanjutnya Perangkat Desa dalam Struktur Pemerintahan Desa Adalah sebagai berikut : 1. Sekertaris Desa : Raden Srigede S,sos 2. Kaur pemerintahan : Sirbayan 3. Kaur pembangunan : Sukardi 4. Kaur Kesra : Suniah 5. Kaur Keuangan : Sumahad 6. Kaur Umum : Ramli,S.Pd 7. Kaur Trantib : Mawa Musbiris Serta di bantu oleh 17 Kepala Dusun yaitu sebagai berikut : 1. Dusun Labang kara : Sapriadi 2. Dusun Sukadana : Mistari 3. Dusun Karang Gedeng : Ramedan 4. Dusun Ruak Bangket : Gede Wati,S.Sos. 5. Dusun Teluk : Junaedi 6. Dusun Segenter : Ali Hopeman 7. Dusun Batu Tepak : Niranom 8. Dusun Lendang Gagak : Burhanudin 9. Dusun lendang Jeliti : Risana 10. Dusun Lendang Beriri : Sumadi 11. Dusun Lendang Setinggi : Sitrali 12. Dusun Sembagek : Sunarim 13. Dusun Semokan : Mistanem 14. Dusun Batu rakit : Sutana 15. Dusun Lokok Kengkang : Burhanudin 16. Dusun Lokok buak : Supardi 17. Dusun Kbon Patu : Sukrasih Dalam pelaksanaan dan tertib admistrasi, maka Desa Sukadana yang perinciannya sebagai berikut: a. Admistrasi Pemerintahan 1. Administrasi Desa 2. Administrasi Pembentukan pemecahan, Penyatuan dan pembangunan Desa, Dusun, RT/RW dan lain-lainnya 3. Administrai Pencalonan, Pemilikan, Pengangkatan dan Pemberhentian Aparat Desa 4. AdministrasiPelantikan, Pengambilan Sumpah/Janji dan Serah Terima Jabatan Kepala Desa 5. BPD 6. Keputusan Pemerintah Desa 7. Administrasi Kerjasama dana Penyelesaian Perselisihan 8. Administrasi pembinaan dan pengamanan Penyelenggaraan Pemerintah Desa 9. Administrasi luas dan Batas Desa 10. Administrasi Organisasi dan tata Kerja Pemerintah Desa 11. Admistrasi pertaggung jawaban dan keterangan pertanggung jawaban Kepala Desa 12. Admistrasi pejabat yang mewkili Kepala Desa yang berhalangan 13. Admistrasi Kartu Induk Aparat Desa 14. Adistrasi Kependudukan 15. Admistrasi Pertanian 16. Admistrasi Idiologi Politik 17. Admistrasi Survey dan Penelitian 18. Admistrasi Keamanan dan ketertiban b. Admistrasi Pembangunan 1. Admistrasi Pertanian 2. Admistrasi Pembangunan 3. Admistrasi Perhubunagan dan Komonikasi 4. Adminisrasi Pengairan 5. Administrasi Pembangunan 6. Administrasi Parawisata 7. Administrasi Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa 8. Administrasi Lomba Desa 9. Administrasi Monografi Desa 10. Administrasi Program Pembangunan Desa c. Administrasi Kemasyarakatan/ Kesehjateraan Rakyat 1. Administrasi Tentang Agama 2. Administrasi Tentang Kesehatan 3. Administrasi tentang Pendidikan 4. Administrasi Tentang Lingkungan Hidup 5. Administrasi Tentang Bencana alam d. Administrasi Keuangan/ Bendahara 1. Administrasi Pengangkatan dan Pemberhentian 2. Administrasi tentang SPJ 3. Administrasi tentang Kas/Keuangan 4. Admistrasi tentang Laporan Keuangan 5. Administrai tentang Gaji/Upah e. Administrasi Umum 1. Admistrasi Umum • Keputusan Pemerintah Desa • Data Aparat Desa • Data Kekayaan dan Inventaris • Data Tanah Desa 2. Administrasi Urusan Umum • Lembaga Desa • Undanagan • Upacara • Tanda Jabatan 3. Administrasi Sarana dan Prasarana • Gedung Kantor Fasilitas Umum • Rumah Dinas • Kelistrikan • Alat-Alat Tulis • Kekayaan dan Inventaris • Perpustakaan • Dukumentasi • Kearsipan 4. Administrasi Perjalanan Dinas • Kepala Desa, sekertaris Desa, Kaur, Kadus dan lain- lain 5. Administrasi Kepegawaian • Pengangkatan • Pemberhentian • Perpindahan • Dan Lain-Lain 14. Pembagian wilayah Desa Sukadana salah satu dari wilayah Kecamatan bayan yang jatak ke ibu kota kecamatan ± 3 KM dan jarak Ibu Kota Kecamatan ± 45 KM dengan batas- batas wilayah sebagai berikut : Sebelah Utara : Laut Jawa Sebelah selatan : Hutan Tutupan Sebelah Timur : Desa Anyar dan Desa Senaru Sebelah Barat : Desa Akar-Akar Secara Administrasi Desa sukadana Dengan Luas wilayah 4.590 Ha yang terdiri dari 15 Dusun dan 15 Rukun Tetangga adapun pembagian Dusun masing- masing adalah sebagai berikut : 1. Dusun Labang kara 2. Dusun Sukadana 3. Dusun Karang Gedeng 4. Dusun Ruak Bangket 5. Dusun Teluk 6. Dusun Segenter 7. Dusun Batu Tepak 8. Dusun Lendang Gagak 9. Dusun lendang Jeliti 10. Dusun Lendang Beriri 11. Dusun Lendang Setinggi 12. Dusun Sembagek 13. Dusun Semokan 14. Dusun Batu rakit 15. Dusun Lokok Kengkang 16. Dusun Lokok buak 17. Dusun Kebon Patu 15. Rumah Tangga miskin Secara keseluruhan jumlah Penduduk Desa Sukadana 7.784 jiwa dengan 2.302 Kepala keluarga, yang terdiri 3.819 jiwa penduduk laki-laki dan 3.955 yang tergolong miskin yaitu 1175 jiwa. 2.3. Pengelolaan Keuangan Desa atau Penganggaran Keuangan Desa. Pengelolaan Keuangan desa Sukadana yang berasaskan Transparan, akuntabel, partisipasif, serta dilakukan dengan tertib dan disiplin yang dikelola setiap tahun dijabarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) sehingga untuk mengetahui pengelolaan keuangan pada Tahun 2015 dapat dilihat dalam Peraturan Desa Sukadana Nomor 04 Tahun 2015, tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun 2015 (Terlampir). BAB III MASALAH DAN POTENSI Berdasarkan pendataan dan informasi dari berbagai masalah dan potensi yang diperoleh dari hasil Penggalian Gagasan/Musyawarah Dusun, Pengkajian Keadaan Desa (PKD), dengan menggunakann 3 alat kaji seperti Peta Desa, Kalender Musim dan Diagram Kelembagaan. Disamping itu masalah dan potensi juga didapat dari Kegiatan Musyawarah Khusus Perempuan yang menjadi wadah pengumpulan masalah dan kebutuhan dari kaum perempuan, maka dapat dirangkum dalam beberapa potensi dan masalah sebagai berikut : NO MASALAH POTENSI I. SARANA PRASARANA Jalan aspal Kabupaten ditengah di Desa Sukadana banyak yang§1 berlubang sehinngga membuat pengendara kendaraan terganggu/terhambat. Persoalan ini sebenarnya sudah sering diusulkan untuk perbaikannya ke Pemerintah Daerah namun sampai sekarang belum ada realisasinya. Jalan-jalan desa umumnya belum diaspal sehingga kalau pada musim hujan§ sering terkikis air dan rusak berat bahkan jalan desa tersebut berubah menjadi kali dan berlubang - lubang sehingga beberapa jembatan, damrah, gorong-gorong, talud, saluran drainase rusak. Dampak yang terparah memutuskan total arus transportasi terutama bagi kendaraan roda empat. Tidak tertatannya tata ruang dan belum adanya kesadaran warga terhadap§ penataan lingkungan pemukiman (Labangkara, Sukadana) maka pada musim hujan sering menjadi sasaran luapan banjir dan airnya menggenanggi jalan Propinsi dan sekitar tempat-tempat vital di Desa seperti Pustu, Terbukanya akses jalan untuk roda§gedung Sekolah dan Kantor Desa. empat ke semua pelosok dusun walaupun bentuknya masih jalan bertanah dalam rangka memperlancar arus pengangkutan hasil bumi. Dengan tingkat kebutuhan yang tinggi terhadap sarana jalan maka§ semangat gotong-royong warga cukup tinggi, berupa perbaikan jalan dan perabatan. Tersedianya bahan material yang cukup terutama§ pasir. II. PENDIDIKAN Masih kurangnya fasilitas sarana sekolah khususnya bagi SD.§1 Jarak antara sekolah dengan SMP, SMU dan SMK relatif jauh dan mahalnya§ biaya sekolah sehingga sebagian anak-anak terpaksa putus sekolah. Fasilitas sekolah SMP dan SMU yang belum ada seperti desa- desa§ tetangga sementara SPDT yang ada sekarang, tidak tepat sasaran/lokasi, relatif cukup jauh dari Dusun-Dusun yang ada di Desa Sukadana. Pada umumnya di wilayah bagian atas belum adanya sarana Pendidikan§ Anak Usia Dini (PAUD) dan guru. Banyak anak usia sekolah tidak sekolah, yang lebih suka menjadi§ pekerja atau menganggur. Tenaga pengajar atau guru banyak yang diangkat dari guru sukarela yang§ isentifnya hanya meengandalkan dari dana BOS sehingga penghasilan yang diterima oleh para guru setempat sangat minim. Banyak Taman Pendidikan Al-Qur`an untuk anak-anak mengaji namun untuk§ kesejahtraan gurunya sampai sekarang belum ada pihak yang mau perduli. Pembinaan rutin dan sarana olahraga terutama sarana lapangan sepakbola§ belum memadai. Kurangnya dorongan/motivasi§ sekolah dari orang tua/wali terhadap §anak. Fasilitas pendidikan yang terdapat di Desa Sukadana yakni: Sarana gedung sekolah SD 5 buah dan madrasal 1 buah. Banyaknya anak-anak usia sekolah mulai dari TK sampai SLTA dan yang§ pernah putus sekolah punya semangat untuk belajar. Adanya tersedia lahan untuk pembangunan gedung sokalah SMP, SMA bahkan§ perguruan tinggi. Tenaga pengajar atau guru sekolah cukup tersedia.§ Banyaknya berkembang club–club sepak bola dan sarana lapangan sudah§ ada walaupun belum memadai III. BIDANG. KESEHATAN Diwilayah bagian atas/selatan§ masih kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas Pustu dan Polindes karena jaraknya yang jauh. Akibat jarak yang jauh ini membuat mahalnya ongkos transportasi yang akan dikeluarkan oleh mayarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Belum adanya Tenaga Penyuluhan kesehatan lingkungan, disatu sisi§ mayarakat sebagian besar belum sadar tetang prilaku hidup sehat dan hidup dengan tata lingkungan yang kumuh, kotor yang jauh dengan standar kesehatan lingkungan. Belum maksimalnya pelayanan Posyandu secara kwantitas karena di§ beberapa posyandu pesertanya melebihi kapasitas satu posyandu. Program KB masih sebagian warga yang belum mendapatkan pelayanan maka§ perlu ada pelayanan KB gratis di setiap posyandu. Sebagian besar kader§ posyandu belum memiliki sumber daya yang memadai dan kesejahtraan mereka yang rata-rata masih rendah. Masih tingginya angka§ kematian ibu dan anak serta tingginya angka kelahiran anak. Mayoritas masih adanya prilaku buruk masyarakat membuang BAB§ disembarangan tempat dan belum maksimalnya pemanfaatan MCK oleh masyarakat Sebagian besar§ masyarakat belum mengerti apa manfaat dari kartu JAMKESMAS dan beberapa sasaran yang seharusnya berhak menerima belum terdata. Jarak pelayan kesehatan yang relatif jauh maka perlu adanya Pos§ Obat Adanya Pusat Kesehatan Pembantu§Dusun Pustu dan Polindes walaupun gedung Polindes masih menumpang di perumahan guru SDN 1. Kegiatan pelayanan Posyandu yang rutin dan tersedia Petugas Posyandu§ serta Kader setiap dusun. Banyaknya sarana MCK umum yang sudah dibangunkan oleh§ Pemerintah Desa Sukadana dan Pemerintah Daerah. Mayoritas masyarakat telah memiliki kartu§ JAMKESMAS IV. BIDANG EKONOMI Belum adanya kelembagaan ekonomi mikro desa yang kuat, yang mampu§ memberikan pelayanan kredit modal usaha untuk membangkitkan perekonomian bagi warga Desa Sukadana berupa program simpan pinjam, yang sasarannya masyarakat umum maupun khusus perempuan. Adanya kegiatan lembaga mikro berupa BUMDES-LKM namun dana kredit yang§ digulirkan sebagian besar macet. BUMDes baru terbentuk sehingga belum dapat melakukan usaha –usaha§ kegiatan yang dapat mendorong kegiatan semangat ekonomi dari kelembagaan di Desa Sukadana dengan sasaran peningkatan ekonomi produktif rumah tangga dan mendongrak pendapatan asli desa. Adanya kelembagaan keuangan mikro desa berupa BUMDes LKM§ Adanya kegiatan PNPM dengan memberikan program§ modal usaha bagi perempuan yakni kelompok SPP yang sudah lama berjalan lancar. Adanya Dusun Tradisional Segenter dan Teluk sebagai lokasi parawisata§ yang sering dikunjungi oleh para tamu asing dan domestik. Adanya usaha Kelompok – kelompok tani yang telah melakukan kegiatan§ simpan pinjam bagi anggotanya. Adanya pasar induk desa dan terdapatnya banyaknya pedagang§ kecil/bakulan. Kegiatan usaha live skill§ sudah ada tingggal perlu pembinaan dan perhatian sumberdaya alam dan sumberdaya manusianya sudah tersedia, seperti : - Adanya kegiatan usaha pande besi. - Adanya kegiatan pertukangan dan mebel - Tersedianya sumber daya menjahit - Adanya usaha pembuatan minyak kelapa. - Adanya kegiatan pembuatan gula Aren - Adanya usaha bengkel - Adanya usaha buis beton, genteng pres dan batako. - Adanya usaha Ketrampilan bambu, berupa kursi, bedek, bakulan, dan anyaman lainnya. - Adanya kegiatan pengolahan makanan hasil pangan. V. BIDANG PERTANIAN §1 Masyoritas masyarakat masih menerapkan sistem pengolahan lahan pertanian secara tradisional dan masih mengunakan alat-alat yang masih tradisional pula, sehingga menghabiskan waktu, tenaga dan biaya yang lebih banyak sedangkan hasilnya yang diperoleh tidak sesuai dengan yang diharapkan. § Mata air untuk irigasi yang semakin hari semakin mengecil dan sumur bor yang ada sebagian besar tidak berfungsi karena mesinnya rusak dan jaringan pipanya sebagian di curi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. § Kelembagaan kelompok tani masih terbatas dan konsolidasinya lemah sehingga proses mengurus kebutuhan kelompok seperti pupuk dan bibit menjadi agak sukar atau langka. § §Biaya produksi lahan mahal dan SDM petani yang terbatas. Tersedianya lahan pertanian masyarakat yang cukup luas dengan permukaaan lahan yang landai. Banyak hasil-hasil pertanian§ berupa hasil kebun : pisang, coklat, panili, kelapa, mente, dan mangga, sedangkan hasil ladang : kacang-kacangan, jagung, padi dan ubi kayu. Adanya irigasi sawah dan sumur bor.§ Adanya beberapa pengecer pupuk yang sudah bekerjasama dengan§ distributor di Desa Sukadana. Lahan pertanian yang terutama di wilayah Desa bagian pinggir hutan§ sangat potensial untuk pengembangan tanaman empon-empon yang salah satunya tanaman yang sudah ada yakni laos. Adanya kandang kolektif atau kandang kumpul peternakan sapi tapi belum§ permanen VI. BIDANG KEAMANAN DAN PENERANGAN. Seringnya terjadi pencurian dan perampokan§ Kurangnya pos ronda atau sarana pendukung keamananan dan tenaga Limas.§ Kegiatan Siskamling aktif berjalan apabila sudah ada kejadian§ kehilangan dan perampokan. Kontrol yang kurang terhadap keluar masuknya orang luar/pendatang§ liar. Penerangan lampu jalan belum ada.§ Sebagian besar warga belum menikmati penerangan listrik.§ Adanya personil keamanan yang aktif seperti komandan Limas, Kaur§ Trantip, Babinsa dan Bimaspol. Beberepa Dusun sudah memiliki pos ronda dan baru satu buah portal§ jalan. Adanya inisiatif§ Siskambling/ronda malam warga di beberapa dusun walaupun masih tentatif. Banyaknya pos ronda yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat§ dusun. VII. BIDANG ORGANISASI KEMASYARAKATAN Kelembagaan desa belum berperan aktif.§ Belum adanya komunikasi aktif antar lembaga-lembaga Kemasyarakatan di§ Desa. Banyaknya Masjid, Mushola sebagai sarana§ pendidikan agama dan berkembangnya organisasi keagamaan Adanya kelompok TPQ dan tersedianya guru ngaji.§ Banyaknya berkembang ormas dan kelompok–kelompok banjar atau§ simpul-simpul warga lainnya Kelembagaan adat masih kuat dan tatanan nilai-nilai§ pranata adat yang masih berjalan. VIII. BIDANG PEMERINTAHAN Sarana dan prasarana bangunan perkantoran yang sudah lama dan kurang§ menunjang kenyaman kerja dan pelayanan. Lemahnya kapasitas Aparatur dusun dalam pengadministrasian, penyusunan§ data – data based dusun dan sarana pendukung Pemerintah Dusun. Belum memadai Ketrampilan Aparatur Desa dalam pengadministrasian,§ pendokumentasian, pengaturan managemen dan ketatalaksanaan di Pemerintahan Desa. Kurangnya kerjasama antar sesama aparat desa, semangat kedisiplinan,§ pengabdian dan ketegasan pimpinan yang agak menurun. Beberapa kelembagaan Desa sebagian kurang aktif.§ Tata batas§ dan tapal batas antar desa yang belum jelas terutama batas wilayah Desa Sukadana dengan Desa Akar- akar. Adanya semangat§ membangun yang cukup tinggi dari aktor-aktor atau aparat di Desa. Kelembagaan Desa dan Pemerintahan Desa didukung oleh personil aparat§ yang lengkap yang ditunjang dengan sumberdaya yang cukup memadai. Tersedianya Data desa yang cukup.§

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Lokasi Sukadana

tampilkan dalam peta lebih besar